$theTitle=wp_title(" - ", false); if($theTitle != "") { ?>
all things you can read, but not only about me
Aih…! Tadi malam listriknya tidak kuat, jadinya kostku mati listrik (biasanya dikatakan mati lampu, ya? ^^; Kalau mati lampu ‘kan tinggal ganti saja lampunya). Kenapa tidak kuat? Kata ibu kostku, ada yang membawa peralatan listrik yang wattnya besar tapi tidak laporan (supaya tidak bayar ongkos tambahan. ckckckck…). Kata yang membawa (kalau ternyata ketahuan), tidak dinyalakan listriknya (misal: dispenser). Lha, kalau listriknya jeglek (ini istilahnya apa, ya…? ~.~), berarti ada yang memakai listrik banyak, ‘kan? >:(
Masalahnya, awal-awal aku kost di sini, aku menyalakan komputer dan TV sekaligus tak apa-apa (waktu itu kostnya belum penuh). Sekarang sampai aku harus memilih salah satu, kalau menyalakan komputer, berarti TV kumatikan, begitu juga sebaliknya. Tak adil, ya? Aku bayar penuh kok untuk semua fasilitas listrik yang kubawa ke kost :< Mana akunya sendiri dari pagi sampai sore (bahkan lebih sering malam) tidak ada di kost. Jadi, otomatis aku hanya bisa memakai peralatan listrikku malam hari. Begitu juga masih diminta mengurangi pemakaiannya! Heran! Kalau memang tak kuat listriknya ketika malam hari (pemakaian listrik terbesar ‘kan malam hari, jadi jegleknya ya malam hari), kenapa wattnya tak ditambah saja? Tidak ada inisiatif, nih…
Saat kostku mulai penuh, jeglak-jeglek itu mulai terasa. Kukira mati listrik dari PLN, tapi melihat keadaan sekitar kost terang benderang, pastinya heran… Berarti listrik di kost yang tidak beres Hoh! Sabar sajaaa. Apalagi sekarang kostnya sudah penuh (tulisan di depan pagar ‘terima kost’ sudah tak ada), lebih bisa dibayangkan betapa banyak yang memakai listrik, ‘kan? Puji Tuhan aku dari kuliah sudah memakai UPS, kalau tidak tentunya saat mati lampu sedang mengerjakan something di komputer semuanya hilang! Kemarin malam aku hendak mengetik lagu PAW untuk Promasa nanti malam. Baru sempat menulis 2 lagu saja (itupun setelah listriknya menyala), aku langsung mematikan komputerku. Malas rasanya kalau harus jeglek lagi gara-gara orang-orang yang tak bertanggung jawab! Pagi ini kulanjutkan sisa lagunya ~.~
Ujian kesabaran buatku, nih! ^^ Yah… waktu untuk kost juga tidak lama lagi, kok! Nikmati saja saat-saat seperti ini
Kubuat blog ini awalnya karena iseng, namun lama kelamaan jadi menyukainya :D Aku ingin sharing banyak hal pada kalian semua (yang berkunjung dan membaca blog-ku ini), terutama hal-hal yang membangun :) Banyak yang kutulis, keadaan di sekitarku, apa yang kualami, apa yang kudapat hari itu, tips-tips yang kucari dan kuterima dari orang lain, artikel yang kubuat ataupun pemberian dari teman. Masih banyak yang ingin ku-posting-kan setiap harinya, lagi dan lagi. Blog ini termasuk baru (sekitar pertengahan September 2009) kubuat, karena itu masih banyak kekurangannya. Kalau ada saran dan masukan, silakan saja kirimkan ke e-mail-ku: gold_signus@yahoo.com
10 Responses
Watt di kos-mu ga besar ya Rachel? kayanya kalo di Indo emang gitu ya, aku jg di rumah indo ga bisa nyalain kompie, setrikaan, kulkas & dispenser at the same time. Bisa ‘ngejeplak’ langsung…
Ditambah lagi banyak yg ngekost di sana, otomatis pemakaian listriknya pasti lebih besar ya…
Ternyata kita sama2 senasib pernah ngerasain mati lampu di kos2an ya,nol hahahaha… ^__^
hehehe… lha kamu ngapain nyalain tv bareng sama komputer, Nas? Kan mubazir dong?
@noni: ho-oh… beginilah kost-kostan di sini… v.v kalo yang dulu waktu masih kuliah, beuh…! sama aja! bahkan, ada yang fasilitasnya pake ac. so, begitu semua kamar yang ber-ac nyalaen barengan ya… jeglek dah!
itu baru kost untuk mahasiswi. kalo sampe yang pake setrika dll mah bayarnya lebih mahal lagi, tuh…
@marry: hohoho! kost-kostan di jakarta juga gitu? ^^;
@sherly: lha…, namae wes bayar listrik untuk komputer dan tv, masa gak dinyalaen? buat apa donk aku bayar full? :< lagian, pernah juga kok komputer ‘n tv nyala, tapi akunya sibuk nelpon ke rumah berjam-jam
boros borosssss!!! Ga salah Surabaya tambah panas… global warming! :p
yeee…
kan dah bayar!
Repot juga ya kalo jeglak jeglek gt… yg pny kost mank ga kasih solusi tha selaen minta pemakaian listrik dikurangi?
Ngomong2 soal ini, aku inget dulu prnh liat di satu kos2an, di pintu kmr tiap2 anak itu ada meteran lstrk nya.. jd pengeluaran lstrk tiap2 anak bisa dilihat dr sana. Spt ini rasanya lbh adil, walaupun memang agak repot krn hrs pasang meteran sndr2…
ndak, tuh! malah i dah bilang supaya nambah listrik aja. malah kayaknya ndak mao, tuh.
wah! mirip kostku di padang pasir tuh! ^0^ luas lagi kamarnya…
Ooo. trnty di Padang Pasir dah ada yg pake sistem kyk gt ya… Mestinya lbh enak yah kalo meteran dw2 gt? Nurutmu gmn?
biasae lek yang bener-bener ‘niat’ buka kost-kostan musti merhatiin segalanya, gak cuman asal buka tok. itu di kostku yang dulu itu lek jeglek cuman kamare dewe tok, ce.
Leave a reply